Hal-hal yang Membedakan Antara Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Sejak beberapa tahun terakhir, kecenderungan masyarakat memilih instrumen investasi berbasis syariah semakin tinggi. Hal tersebut disebabkan secara teoritis asuransi syariah berkiblat pada kajian ekonomi Islam. Sehingga dalam praktiknya akan kental dengan aturan-aturan syariah.

gambar dari syariahx.blogspot.co.id

Semua yang terlibat dalam asuransi ini, baik itu pihak penjamin maupun asuransi, harus tunduk pada aturan-aturan syariah yang diberlakukan, tanpa terkecuali.

Selain bersandar pada syariat Islam, asuransi syariah dinilai lebih menguntungkan untuk kedua belah pihak (penjamin dan nasabah). Beberapa perbedaan paling mencolok antara asuransi syariah dengan konvensional dapat kita lihat dari point-point berikut.

  • Akad yang diterapkan dalam asruansi syariah adalah akad tabbaru’ (hibah), sedangkan akas asuransi syariah identik dengan jual beli.
  • Menggunakan sistem bagi hasil (mudharobah) yang semaksimal mungkin bebas gharar, riba, dan maysir. Sementara itu, pada suransi konvesional menggunakan sistem bunga (riba).
  • Perusahaan hanya bertindak sebagai pemegang amanah untuk mengelola dana yang terkumpul. Kepemilikannya tetap hak nasabah. Sedangkan pada asuransi konvensional, semua dana yang masuk milik perusahaan. Perusahaan berhak mengalokasikan dana tersebut ke instrumen investasi dalam bentuk apa pun selama belum jatuh tempo.
  • Dalam hal risiko, asuransi syariah menerapkan sistem sharing of risk. Sedangkan asuransi konvensional adalah transfer of risk.
  • Peraturan asuransi syariah semua nasabah wajib membayar zakat dari keuntungan yang diperoleh, sedangkan pada asuransi konvensional tidak memberlakukan peraturan yang sama.
Info penting !  Produk Asuransi Investasi Prudential yang Paling Dilirik Masyarakat

Kesimpulannya, kehadiran asuransi syariah membantu Anda dalam mengelola keuangan tanpa risau akan bahaya riba.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.